Apakah Aman Tinggal di Rumah Dekat Sutet?

Sutet

Banyak hal yang dapat memengaruhi harga tanah maupun rumah, salah satunya adalah lokasi. Tidak hanya sekadar berada di pusat kota atau tidak, harga tanah ataupun rumah juga sangat dipengaruhi oleh fasilitas yang ada di sekitarnya. Ada fasilitas yang membuat harga rumah menjadi melonjak dan ada juga fasilitas yang membuat harga jual rumah justru merosot.

Sutet menjadi salah satu fasilitas di dekat rumah yang membuat harga properti yang bisa diinvestasikan tersebut menjadi lebih rendah daripada yang seharusnya. Hal ini karena keberadaan rumah di dekat sutet dianggap hanya mengakibatkan banyak kerugian. Sudah ada stigma bahwa sutet menjadi sumber penyakit karena tingkat radiasinya yang tinggi.

Meskipun dicap buruk, nyatanya masih banyak orang yang mencari rumah di dekat sutet karena harga jualnya yang terjangkau. Lalu, sebenarnya aman atau tidak punya rumah yang lokasinya dekat dengan sutet? Daripada berasumsi sendiri, berikut ini Kania akan membagikan beberapa fakta mengenai keamanan rumah yang berada di dekat sutet. Simak ulasannya sampai habis, ya!

Tegangan Listrik Tinggi pada Sutet Memicu Kanker

Pandangan bahwa rumah yang berada di dekat sutet akan memengaruhi kesehatan awalnya dipicu dari hasil penelitian Wertheimer dan Leeper pada tahun 1979. Dua ilmuwan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa risiko kanker sangat berhubungan dengan jauh dekatnya transmisi tegangan listrik dari rumah seseorang. Semakin dekat rumah seseorang dengan transmisi listrik tersebut, maka risiko terkena kanker pun akan lebih besar.

Penelitian tersebut langsung membuat heboh dunia. Pandangan orang-orang terhadap sutet yang memiliki transmisi listrik dengan tenaga tinggi pun langsung dinilai negatif dan banyak orang akhirnya memilih untuk tinggal berjauhan dengan sutet.

Risiko Kanker dari Sutet Masih Penuh Perdebatan

Samapi saat ini, pandangan mengenai kedekatan sutet dengan rumah yang akan berpengaruh pada masalah kesehatan masih menjadi perdebatan. Dimulai dari tahun 1997, muncul penelitian lain yang dilakukan oleh Maria Linett dari National Cancer Institute, Amerika Serikat yang menyatakan bahwa tidak ada hubungannya antara tegangan listrik yang tinggi dari sutet dengan penyebab anak-anak terkena kanker.

Keberadaan Sutet Sudah Ada Aturannya

Walau dunia masih memperdebatkannya, Indonesia sudah mengambil sikap terkait pembangunan hunian dekat sutet. Melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 8 Tahun 2015, ada ketentuan terkait jarak yang harus ditetapi dalam membangun rumah dekat dengan transmisi listrik bertegangan tinggi ini.

Pemerintah menetapkan harus ada radius steril dari keberadaan sutet. Dalam radius tersebut tidak boleh ada bangunan yang dibangun. Jika dilanggar, maka bangunan tersebut dianggap ilegal.

Sutet Memicu Berbagai Masalah Kesehatan

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan disebutkank bahwa keberadaan rumah dekat sutet tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko penyakit kanker bagi para penghuninya. Banyak masalah kesehatan lainnya juga yang mengintai. Beberapa masalah kesehatan yang dianggap berasal dari keberadaan sutet adalah nyeri kepala, keletihan kronis, sampai tumor kelenjar getah benih. Dekatnya rumah dengan sutet juga disebut bisa membuat kecacatan janin bagi ibu hamil.

Pembangunan Rumah Dekat Sutet Tergantung pada Tegangan

Jarak aman untuk membangun rumah yang dekat dengan sutet ternyata berbeda-beda. Masih menurut aturan Kementerian ESDM, minimal harus ada jarak empat meter antara rumah dengan sutet yang memiliki transmisi listrik sebesar 55-66 kV. Semakin tinggi tegangan listriknya, ruang bebas yang harus diberikan di area sutet pun harus semakin besar.

Pemerintah menetapkan untuk sutet dengan tegangan 500 kV bahkan harus memiliki jarak aman sampai 22 meter. Jarak aman ini juga tidak hanya terkait dengan tingginya transmisi listrik, melainkan juga harus mempertimbangkan jenis dari sutet tersebut.

Keamanan Lain yang Harus Dipertimbangkan

Pertimbangan untuk tidak membangun rumah dekat sutet tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan. Menara transmisi ini juga memiliki risiko kerusakan material bangunan yang bisa berdampak buruk pada bangunan-bangunan di sekitarnya. Sebagai contohnya, apabila ada korsleting yang terjadi pada sutet, sangat mungkin dampak korsleting ini juga menyasar pada bangunan yang berada di sekitarnya sehingga bisa memicu terjadinya kebakaran.

Membangun atau membeli rumah memang tidak boleh asal yang murah atau terjangkau saja. Pertimbangan yang tepat perlu dilakukan agar kehidupan keluargamu lebih nyaman dan sehat. Jika sudah ada aturan terkait jarak aman bangunan dengan sutet, sebaiknya kamu pun menurutinya.

Comments

  1. Ternyata kalau tinggal didekat Sutet berbahaya ya mas, untung saja biasanya letak sutet di wilayah yang jauh dari perumahan

    ReplyDelete
  2. Wih agak ngeri ya membayangkan risiko punya rumah dekat sutet. Kalau ada pilihan lahan di tempat lain, sebaiknya ya memang jangan bangun rumah terlalu dekat sutet.

    ReplyDelete
  3. Aman banget kok tinggal di dekat SUTET asal tidak melanggar ketentuan yang ada. Karena semuanya sudah ada standardnya, baik diatur oleh SNI ataupun SPLN.

    ReplyDelete
  4. Memang berbahaya sekali. Sebaiknya jangan punya rumah di dekat sutet deh. Beberapa memang masih perdebatan, tapi kan ada risiko lainnya.

    ReplyDelete
  5. Aku juga suka ngeri sih kalau melihat bangunan maupun orang-orang yang tinggal dekat dengan sutet. Tapi memang sudah ada aturannya ya jarak minimal yang diperbolehkan. Karena memang harus diperhatikan sih kesehatan dan keamanan bersama.

    ReplyDelete
  6. Aku jadi ingat temenku ambil rumah di area Sutet, Mas. Bukan di sekitar tapi memang perumahannya ya dilalui Sutet. Umpama ada yang roboh atau ada apa-apa, ya kemungkinan sangat berisiko untuk berbahaya. Anehnya rumah di sana malah mahal dan laku keras, mungkin karena lokasi strategis dan pengembangnya terkenal jadi orang mikir bisa buat investasi padahal banyak risiko berbahaya ya.

    ReplyDelete
  7. Pas banget nih ada sutet dekat rumah nenek. Asli tidur kurang nyaman dan selalu was-was deh Mas. Meskipun dikatakan aman tapi tetap aja takut.

    ReplyDelete
  8. klu di kampung saya rumah nenek yg dekat sutet..tp tidak terlalu dekat..sekitar 100 mter..itu pun sutetnya dibangun setelah rumah2 itu ada. alhamdulillah rumah sy sekarang di komplek yg tak ada sutetnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts